Jumat, 23 November 2012

Shisa/Rokok Arab. Sehat gak sih ?


                         
     Remaja ini, Rokok mungkin sudah hal yang sering dianggap fatal bagi mereka yang mengkonsumsinya. Bagi mereka yang dilarang menggunakannya mungkin menjauhi atau bahkan tetap mengkonsumsi dengan sembunyi sembunyi. Atau bahkan denngan alternatif lain.
    Nah... Shisa atau Rokok arab lah yang mungkin kebanyakan remaja kini gunakan sebagai alternatif pelarian. Entah pantas atau tidak mereka tak menyinggung tentang itu.
    Shisa tersedia dengan Aroma buah-buahan segar, bahkan juga bunga yang sengaja dicampurkan pada tembakau yang dihisap pada pipa shisha yang panjang, membuat banyak orang berfikir bahwa merokok shisha tidak berbahaya. Dan bahkan ada yang beranggapan shisa ada untungnya, mereka beranggap dengan menggunakan shisa bibir mereka akan terlihat merah merona alami.
    Namun kenyataannya, satu kali hisapan shisha, mengandung zat berbahaya yang sama dengan 70 kali menghisap rokok biasa.Ini disebabkan karena durasi dan jumlah tembakau yang ada pada satu tabung shisha lebih banyak dibanding dengan durasi dan jumlah tembakau yang ada pada rokok biasa.




        
    Didalam Shisa terdapat Kandungan tar, nikotin dan karbon monoksida yang dihasilkan amat berlimpa.Jika seseorang duduk dan menghisap shisha 1 jam, maka bahayanya sama seperti orang yang menghabiskan 100 batang rokok. Menghisap 1 shisha sama aja dengan menghirup karbon monoksida setara 15-52 batang rokok biasa. Bahaya-bahaya dari racun utama shisha seperti karbon monoksida, Tar dan Nikotin adalah sebagai berikut:
1. Karbon Monoksida
    Karbon monoksida (CO) apabila terhirup ke dalam paru-pari akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi  
    masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.Keracunan gas karbon monoksida dapat ditandai dari keadaan    
    ringan, berupa pusing, rasa tidak enak pada mata, sakit kepala, dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat 
    berupa detak jantung meningkat, rasa tertekan di dada, kesukaran bernafas, kelemahan otot-otot, gangguan 
    pada sisten kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian.
2. Tar
     Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Tar bukanlah zat 
     tunggal, terdiri atas ratusan bahan kimia gelap dan tergolong sebagai racun pembuat kanker
3. Nikotin
    Nikotin sangat mempengaruhi dan dapat mengubah fungsi otak dan tubuh kita. Nikotin membuat si perokok 
    merasa relaks dan kemuadian merasa lebih energik dan bersemangat, atau sebaliknya. 
    Jika sebelumnya larangan merokok dikuatkuasakan, akan ada larangan untuk hisap shisa. Selain itu ia turut disenarai dibawah Peraturan Kawalan Hasil Tembakau. Bahkan, Agama islampun melarang keras penghisapan shisa. Karena sifatnya yang menyusahkan diri sendiri itulah. Agama Islam sebagai agama sejahtera sangat menghargai nyawa serta kehidupan dan mementingkan kesehatan.

    

0 komentar:

Posting Komentar